Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?

Informasi Produk atau Kegiatan Anda

Paskibraka "impor"

Written By Rizki on 17 Agustus 2016 | 23.54

Tergelitik untuk mengupas persoalan yg sebenarnya tak perlu dibesar-besarkan namun urgent untuk rasa nasionalis dan harga diri bangsa. 17 Agustus 2016 pasukan pengibar bendera merah mutih depan istana, terindikasi bukan warga Indonesia, namun menurut saya tidak ada salahnya, toh jika dia menaikan bendera merah putih brati dia juga mencintai Indonesia, alangkah bangganya kita, warga negara lain saja ikut dalam mengibarkan sangsaka merah putih. Namun ada hal yg perlu digaris tengah hi, ternyata katanya "dalam undang-undang tidak diperbolehkan warga asing untuk ikut bersama dalam pasukan pengibar bendera pusaka. Nah knapa ada seseorang yg bukan WNI ikut dalam kelompok tersebut,?.. memang dari awal kemenpora tidak tahu, "hhhmmmm" jika ndak tau brati kemenpora gak ngerti undang-undang dong,.. atw sebenarnya sudah tau dari awal, namun membiarkan aja jika nanti dituntut rakyat biar media nanti dicarikan solusi nya agar tetep masuk jd tim... seperti itu kah?
Jelas dan dapat ditebak, gak jauh berbeda dengan kasus ibu penjual warteg yg jelas-jelas bersalah berjualan di bulan ramadhan, didramatisir kasusnya sehingga bu warteg jd gak bersalah, malahan dapat saweran lg dari org yg dianggap no 1 di negeri ini. Kasus paskibraka juga gitu yg jelas dilarang undang2, kmudian kasusnya didramatisir sehingga simpatisan pada iba hati dan akhirnya dengan dukungan iba dr nitizen, impormen dapet ikut masuk tim.... bahkan berfoto bersama pak pretsidet lg....
Menapa harus IMPORMEN...? Negeri ini tak henti-hentinya memproduksi orang2 pinter, apakah cuman 5, 10, 15 orang..? Hhhhmmmmm Buanyaaak... gak kehitung mah, namun knapa mereka gak diizinkan berbakti untuk negerinya, mengapa mereka dicampak kan begitu saja, banyak diantara mereka sukses di luar sana, berbagai prestasi dan paten mereka miliki, namun knapa ibu pertiwi yg telah melabirkan mereka tidak mengakui kehebatan mereka, kepintaran mereka, bahkan kadang keberadaan mereka saja tak diakui,... smua takut tersaingi, dr pimpinan kelas teri smp pimpinan kelas paus...
Rasanya hal ini terlalu jauh kita bahas.. kembali aja ketopik semula, bagaimana paskibraka juga sampai kewarganegaraan impor, sapi aja yg diimpor suatu perusahaan malah dituduhkan pada anak negeri yg tidak membuat negara ini rugi, namun kembali lg ke yg td (anak negeri yg berbakti bakal dicarikan kasus agar dipaksa cinta negeri bisa terhenti, sehingga cukong2 bisa menikmati hasil2 dari bumi pertiwi). Knapa pelakunya kemenpora saat ini gak ditahan oleh pihak berwajib, kan juga salah tuh, apa karena dibela org no 1 negeri?... hhmmm. Lelah rakyat dengan kasus-kasus yg gak pernah selesai seperti saat sekrang ini. Lebiih gila lagi sang paskibraka impor malahan dijanjikan jd duta kemempora, wealah wealah..., ndak ada lagi kah rakyat2 mu yg berprestasi pak.. lihat tuh di olimpiade Rio, tau gak pak dah brapa kita dapat emas, atw gak usah jauh2 ke Brazil sana, lihat saja juara olimpiade matematika, biologi, fisika, astronomi, geografi dll nya... ada gak rakyat kalian yg juara? Tau gak?.... "banyak pak, mereka yg menjuarai olimpiade-olimpiade tersebut adalah anak2 yg lahir dari rahim ibu pertiwi ini, tidak pantaskan salah satu mereka jd duta kementrian kalian?... tidak pantaskah anak negeri ini mendapatkan perhargaan itu sampai2 harus di impor pak..? Mari sama2 berfikir pak...?
loading...

Informasi

loading...

Arsip Berita