Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?

Informasi Produk atau Kegiatan Anda

Penerimaan Proposal Insentif Riset Sistem Inovasi Nasional (INSInas) 2017

Written By Rizki on 30 Agustus 2016 | 16.46

Download panduan penulisan di sini
http://simlitabmas.ristekdikti.go.id/

Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat, Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan memberi kesempatan kepada peneliti dan lembaga-lembaga riset serta Industri di Indonesia untuk mengajukan proposal Program Insentif Riset Sinas (InSInas) pada skema InSINas – Riset Pratama untuk pendanaan tahun 2017.

Sesuai ketentuan pada Buku Panduan Program INSInas Tahun 2017, pengusulan proposal dilakukan secara daring (online) melalui Simlitabmas dengan alamat http://simlitabmas.ristekdikti.go.id. Proses pengusulan mengikuti ketentuan sebagai berikut.
  1. Bagi pengusul dosen dari Perguruan Tinggi di bawah Kemenristekdikti yang belum mempunyai user dan password dapat menghubungi operator Simlitabmas di Perguruan Tinggi masing-masing. Bagi calon pengusul dosen yang sudah mempunyai user dan password dapat langsung menggunakan user dan password tersebut untuk mendaftarkan proposalnya;
  2. Bagi pengusul yang berasal dari institusi diluar lingkup Kemenristekdikti seperti LPK, LPNK atau Industri diharuskan mengajukan permintaan Akun INSInas sebagaimana dijelaskan pada Panduan Program InSInas Tahun 2017;
  3. Tahap pendaftaran dan pengunggahan proposal secara daring melalui Simlitabmas dilaksanakan mulai tanggal 30 Agustus 2016 sampai dengan 30 September 2016;
  4. Kami mohon informasi ini disebarluaskan kepada para peneliti di lingkungan instansi Saudara;
  5. Panduan Program InSInas Tahun 2017 sebagaimana terlampir.
Surat dan Panduan Penulisan Download di bawah ini

Nomor: 2384/E3.1/LT/2016 Tanggal: 26 Agustus 2016
http://simlitabmas.ristekdikti.go.id/

16.46 | 0 komentar
loading...

Sosialisasi Penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) Biologi


Gunung Pangilun-Persiapan untuk memasuki semester ganjil 2016/2017 Program Studi Pendidikan Biologi STKIP PGRI Sumatera Barat melakukan kegiatan Sosialisasi Penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang dilaksanakan di Ruangan Pertemuan Program Studi Pendidikan Biologi STKIP PGRI sumatera Barat, Gedung D lantai 2. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari workshop yang diangkatkan oleh institusi beberapa waktu yang lalu. penyusunan RPS bertujuan untuk mempersiapkan dosen dalam proses mengajar di kelas, mempersiapkan bagaimana capaian program studi pada matakuliah yang diajarkan, capaian mata kuliah tersebut, media apa yang digunakan sewaktu berdiri di depan kelas, Bahan kajian yang akan dibahas dan bagaimana bentuk pembelajaran yang akan digunakan dan bagaimanakah sistem penilaian yang akan dilakukan.


Pada kesempatan ini dibahas juga untuk menyusun sebuah RPS harus sesuai dengan profil lulusan program studi pendidikan biologi seperti mempersipkan mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi menjadi tenaga pendidik yang profesional, menjadi laboran pada institusi pendidikan dan perusahan, menjadi bioenterprenuer, dan menjadi pengelola lembaga pendidikan. 

Program Studi Pendidikan Biologi mempersiapkan langkah-langkah agar profil lulusan ini tercapai, untuk itu pada mata kuliah yang diajarkan harus memenuhi standar capaian pembelajaran yang ada di prodi. Dalam kesempatan ini pimpinan prodi menekankan kepada dosen prodi pend Biologi bahwa, dosen harus memiliki Rencana Pembelajaran yang jelas agar profil program studi ini dapat tercapai.

Kegiatan yang ikuti oleh seluruh dosen Program Studi Pendidikan Biologi STKIP PGRI Sumatera Barat, yang terdiri dari kelompok-kelompok tim mata kuliah yang akan ditawarkan kepada mahasiswa semester ganjil 2016/2017. setalah pemaparan dari pimpinan prodi dan diskusi dengan seluruh dosen mata kuiah, selanjutnya masing-masing tim berkumpul perbidang untuk membicarakan RPS mereka masing-masing, kemudian dilakukan presentasi untuk melihat bagaimana capaian pembelajaran masing-masing mata kuliah (www.rizkibio.com)


14.56 | 0 komentar
loading...

Rekapitulasi Jabatan Fungsional Dosen Kopertis X

Written By Rizki on 29 Agustus 2016 | 10.03



Sejak pertengahan tahun 2015 lalu, Kopertis Wilayah X berkomitmen untuk melaksanakan sidang usulan jabatan fungsional dosen setiap bulannya. Setiap usulan yang sudah diajukan pada minggu pertama dan kedua setiap bulannya sudah bisa diproses. Ini merupakan upaya Kopertis Wilayah X dalam mempercepat proses usulan jabatan fungsional dosen di lingkungan Kopertis Wilayah X (Sumbar, Riau, Jambi, dan Kepulauan Riau). Diharapkan, di Kopertis Wilayah X tidak ada lagi dosen yang berstatus sebagai tenaga pengajar dan terus meningkatkan jabatan akademik hingga level tertinggi, yaitu guru besar.

Berikut rekapitulasi sidang usulan jabatan Fungsional di Kopertis Wilayah X :
10.03 | 0 komentar
loading...

Pendaki Alai Rusak Marapi

Written By Rizki on 28 Agustus 2016 | 21.59


Gunung merapi menjanjikan pesona dan keindahan bagi para pendaki disetiap titik-titik persinggahannya. Gunung Marapi merupakan gunung aktif yang terletak dia antara Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Agam dan Kotamadya Padang Panjang. Namun secara administrasi, Gunung Marapi berada dalam kawasan Kabupaten Agam. Gunung Marapi memiliki ketinggian 2891 meter diatas permukaan laut. Jalur pendakian yang biasa digunakan untuk melakukan pendakian adalah dari jalur Koto Baru.
21.59 | 0 komentar
loading...

Seminar Nasional Masyarakat Biodiversitas Indonesia

Written By Rizki on 27 Agustus 2016 | 16.38

Tak dapat dipungkiri bahwa kekayaan keanekaragaman hayati terus menurun sejalan dengan kemajuan peradaban. Begitu suatu kawasan alam dibuka untuk kepentingan ekonomi, maka secara pelah-lahan atau secara cepat, keanekaragaman hayati di kawasan tersebut akan menurun. Semakin tinggi aktivitas antropogenik yang diijinkan, maka semakin cepat pula penurunan kualitas dan kuantitas keanekaragaman hayati di kawasan tersebut, baik di lautan atau di daratan. Sementara itu, ketergantungan umat manusia akan keanekaragaman hayati tidak tergantikan, mengingat hampir semua bahan pangan merupakan produk dari keanekaragaman hayati. Demikian pula, sebagian besar bahan obat dan bahan baku industri bersumber dari keanekaragaman hayati.

Terobosan baru diperlukan untuk mencegah terus menurunnya keanekaragaman hayati.
16.38 | 0 komentar
loading...

Informasi

loading...

Arsip Berita